PramugariDiminta Berjilbab, GM Garuda Aceh: Kami Tunggu Arahan Pusat; Pramugari Diminta Berjilbab, GM Garuda Aceh: Kami Tunggu Arahan Pusat. Rahmat Fajri 09:42 WIB, 30 Januari 2018 . 62 Share ; share on facebook; share on twitter; share on twitter; ilustrasi Pramugari. Foto:Kompas. Secaraumum kebanyakan pramugari dari maskapai penerbangan tidak memakai jilbab untuk seragam mereka. Jadi bolehkah pramugari garuda indonesia berjilbab? Jawabnya adalah boleh pada saat tertentu berdasarkan instruksi perusahaan tetapi tidak boleh secara permanen. referensi: wikipedia, tiket2, kompas Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat! . 16 Mar Pramugari Boleh Berhijab? Boleh, Ini Syaratnya Posted at 1403h in Pramugari 0 Comments Pramugari Boleh Berhijab? Boleh, Ini Syaratnya – Zaman sekarang berhijab tentunya tidak lagi menjadi sekat bagi seseorang untuk mengejar impiannya dalam berkarir. Nah, bagi kamu yang berhijab dan ingin menjadi seorang pramugari, tentunya bertanya-tanya, apakah pramugari boleh berhijab? Jawabannya tentu saja boleh. Salah satu maskapai penerbangan yang menerapkan kebijakan untuk memperbolehkan pramugarinya berhijab adalah NAM Air. Selain NAM Air, ada pula Citilink, Sriwijaya Air dan PT. Garuda Indonesia untuk penerbangan calon jamaah haji yang memperbolehkan pramugarinya untuk berhijab. Ternyata, pramugari boleh berhijab. Semakin jelas bahwa hijab bukan lagi menjadi kendala bagi seorang wanita untuk mengejar impiannya. Melihat fenomena ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa ada perkembangan luar biasa yang dilakukan di maskapai penerbangan Indonesia. Syarat Menjadi Pramugari Wanita Berpenampilan Menarik Belum Menikah Usia Minimal 18 Tahun Minimal Lulusan SMA/SMK/Sederajat Tinggi Badan Minimal 160cm Tidak menggunakan kacamata Fasih berbahasa Inggris secara aktif Tidak buta warna Berkarir menjadi pramugari bukanlah sesuatu yang mustahil, kamu bisa mulai dengan mengikuti Pendidikan di Diklat NASA. Lembaga resmi yang mempunyai ijin Dirjen Perhubungan Udara RI. Sudah banyak alumni Diklat NASA yang kini berkarir di dunia penerbangan. Hal itu terjadi karena Diklat NASA mencetak para alumninya untuk siap kerja. Adapun fasilitas belajar mumpuni yang disediakan di Diklat NASA seperti alat praktik, front office, Lab Komputer, Lounge, Mini Cabin, Ruang kelas Ber-AC, Aula dsb Baca Apa Saja Tes Kesehatan Calon Staff Penerbangan? Tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa memantapkan diri sebagai pramugari, karena program Pendidikan di Diklat NASA untuk kelas Pramugari hanya membutuhkan waktu 4 bulan saja. Dimana program yang diberikan oleh Diklat NASA tidak hanya bersifat teori, tapi juga didukung praktek kepramugariannya yang sangat lengkap. Selain itu, ada juga simulasi interview serta pengoptimalan diri. Selain kelas Pramugara/I, ada juga kelas lainnya, seperti program Pendidikan untuk airline staff dan aviation security. NASA memberi kemudahan bagi teman-teman untuk melakukan pendaftaran dengan menghubungi nomor kontak 0811-2199-914 JAKARTA, - Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia Ditjen HAM Kementerian Hukum dan HAM Kemenkumham tengah mendalami adanya aturan yang melarang pramugari mengenakan jilbab. Dirjen HAM Kemenkumham Mualimin Abdi telah memerintahkan jajarannya untuk mendalami dasar adanya aturan yang dibuat oleh salah satu maskapai di Indonesia tersebut. "Yang terkait pramugari enggak boleh pakai jilbab itu akan ditanyakan kebenarannya. Kenapa sih enggak boleh? kita cek. Apa terkait estetika? Atau apa?" kata Mualimin dalam acara Media Dialogue di Kantor Ditjen HAM Kemenkumham, Selasa 7/2/2023. Baca juga Garuda Buka Opsi Penggunaan Jilbab Bagi Pramugari Menurut Mualimin, Ditjen HAM berwenang untuk melakukan pencarian informasi terkait adanya dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kendati demikian, pihaknya akan terlebih dahulu melihat kesepakatan kerja yang termaktub dalam aturan kontrak pramugari maskapai penerbangan tersebut. "Kami wajib cari informasi, kalau benar, maka kami Ditjen HAM akan sampaikan informasi dugaan pelanggaran HAM itu," papar Mualimin. "Kalau dari awal masuk ada kesepakatan, perjanjian bahwa nanti baju seragamnya itu begini, tidak boleh begitu. Saya kira ini berarti ada hal yang perlu dilihat, kesepakatannya di awal," terang dia. Baca juga Wapres Maruf Amin Anggap Aneh Larangan Pramugari Pakai Jilbab Selanjutnya, kata Mualimin, Ditjen HAM akan mengeluarkan rekomendasi terhadap regulasi tersebut setelah klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait. "Apa sih latarnya sampai atribut keagamaan kok enggak boleh? Kalau sudah tahu kami akan beri rekomendasi bahwa HAM tidak bisa di-delay kecuali yang sifatnya derogable atau dari putusan yudisial," tegas Mualimin. Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut aneh terkait informasi yang mengatakan adanya maskapai penerbangan di Indonesia yang melarang pramugari mengenakan jilbab saat bertugas. Bila larangan penggunaan jilbab tersebut benar ada, maka larangan itu tidak relevan. "Jadi kalau ada larangan berjilbab agak aneh, saya kira kita cek lagi, perlu diteliti itu," kata Wapres Ma'ruf Amin dikutip dari Antara, Sabtu 4/2/2023.Sebagai informasi, maskapai penerbangan Garuda Indonesia mendapat masukan dari Komisi VI DPR RI agar merevisi aturan seragam awak kabin, sehingga para pramugari Muslim dapat mengenakan jilbab mereka sesuai tuntunan syariat Islam. Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi Gerindra, Andre Rosiade, memberi masukan untuk merevisi aturan yang tidak mengizinkan bagi pramugari Muslim mengenakan jilbab. Andre mengatakan, banyak pramugari muslim di Garuda Indonesia sehari-harinya mengenakan jilbab, namun mereka harus mencopot jilbabnya ketika bertugas sebagai pramugari Garuda Indonesia. PT Garuda memberi respons PT Garuda Indonesia Persero Tbk memberikan respons terkait masih adanya dugaan larangan menggunakan jilbab bagi para pramugari di sejumlah maskapai penerbangan di Indonesia. Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menegaskan kalau perusahaannya mengedepankan prinsip inklusivitas pada seluruh profesi karyawannya, tak terkecuali para pramugari. Di Garuda Indonesia sendiri, sejatinya tidak ada aturan tertulis yang melarang penggunaan jilbab bagi para pramugari. Selama ini, seragam resmi pramugari maskapai Garuda Indonesia identik dengan kebaya dengan rambut disanggul. Namun demikian, Irfan membuka opsi penggunaan jilbab bagi para pramugari Garuda yang beragama muslim. "Kami memiliki nilai dan visi yang sama atas masukan dari berbagai pihak terkait atribut seragam awak pesawat, khususnya mengenai penggunaan jilbab bagi pramugari," kata Irfan dalam keterangan resminya dikutip pada Minggu 5/2/2023. "Untuk itu, diskusi terus kami intensifkan, mengingat hal ini perlu disikapi secara cermat dan bijak, khususnya terkait kesiapan penggunaan jilbab pada seragam pramugari yang tidak hanya ditinjau dari kepentingan aspek service dan safety," tambah dia. Baca juga Garuda Indonesia Gelar SOTF 2023, Tiket Jakarta-Bali PP Rp 2 Jutaan Irfan melanjutkan, ada sejumlah pertimbangan yang perlu dimatangkan terkait pakem pramugari muslim yang berhijab selama bertugas di udara. "Namun utamanya juga memastikan terjaganya kepentingan pramugari sebagai individu yang memilih opsi penggunaan jilbab dalam kesiapannya sebagai garda terdepan pelayanan penerbangan Garuda Indonesia yang bergerak di segmen penerbangan full service," beber Irfan. "Hal ini yang kami yakini perlu dilandasi kajian yang prudent dan komprehensif atas penyesuaian kebijakan atribut seragam awak pesawat baik dari aspek operasional maupun aspek penunjang lainnya atas kepentingan profesi awak pesawat" ujarnya lagi. Irfan mengatakan, perlu kajian yang komprehensif atas penyesuaian atribut seragam awak pesawat, baik dari aspek operasional maupun aspek penunjang lainnya. "Oleh karenanya, saat ini Garuda Indonesia terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai stakeholder terkait untuk memastikan kesiapan penggunaan jilbab bagi pramugari Garuda Indonesia dapat dilandasi oleh kebijakan operasional yang komprehensif," ungkap Irfan. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk GIAA berencana membuka opsi penggunaan jilbab bagi seragam pramugari. Hal ini setelah Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bahwa sangat aneh jika ada maskapai penerbangan di Indonesia yang melarang pramugari mengenakan jilbab saat bertugas. Di luar polemik boleh tidaknya pramugari menggunakan seragam berjilbab, berikut ini dirangkum mengenai syarat menjadi pramugari di maskapai di Indonesia. Berikut rincian secara umum Naik Pesawat Garuda Indonesia Kini Boleh Lepas Masker Niantic dan Pokemon Company Kolaborasi dengan Garuda Indonesia, Luncurkan Pikachu Jet di Tanah Air Aturan Wajib Pakai Masker di Transportasi Umum Dicabut, Bos Garuda Tunggu Aturan Kemenhub 1. Garuda Indonesia - Warga negara indonesia WNI - Bersedia menjadi siswa Flight Attendant Training FAT dengan biaya pendidikan swadaya. - Persyaratan Calon Siswa FAT - Berpenampilan menarik dan berkepribadian baik - Single - Sehat jasmani dan rohani - Usia minimum 18 tahun dan maksimum 27 tahun saat pendaftaran - Tinggi badan minimum 158 cm dan maksimum 172 cm, dengan berat badan ideal dan postur tubuh proporsional - Pendidikan minimum SMA/SMK/Sederajat, diutamakan lulusan D3 ke atas - Tidak menggunakan kacamata lensa kontak diperkenankan dengan ketentuan maksimal minus silindris C - Mampu berbahasa Inggris dengan baik lisan maupun tulisan, diutamakan memiliki kemampuan bahasa asing lainnya. 2. Lion Air - WNI - Tinggi badan minimal 159 cm - Belum pernah menikah - Belum pernah memiliki pengalaman menjadi pramugari/pramugara - Batas usia 18-28 dan 18-30 - Tidak buta warna parsial - Tidak pakai behel. 3. Sriwijaya Air - WNI - Usia minimal 18 tahun dan belum menikah - Pendidikan minimal SMA/SMK sederajat, lebih diutamakan lulusan D3 ke atas - Tinggi minimal 158 cm dengan berat badan ideal serta berpenampilan menarik - Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik secara tertulis maupun lisan - Bebas dari tindakan hukum, dibuktikan dengan SKCK - Sehat jasmani dan rohani, tidak bertato, buta warna ataupun berkacamata 4. Citilink - Berusia 18-25 tahun saat mendaftar - Tinggi badan minimal 170 cm - Berat badan proporsional - Bebas narkoba - Tidak punya riwayat penyakit hepatitis dan asma - Tidak berkacamata - Tidak buta warna - Tidak bertato - Tidak memiliki bekas luka permanen di bagian tubuh yang terlihat seperti wajah, tangan dan kaki. 5. Super Air Jet - WNI - Menarik, energik, cheerful, senang membantu, bersahabat dan jujur - Mampu bekerjasama dalam tim - Tinggi badan minimal 160 cm, dengan berat badan proporsional - Belum pernah menikah - Belum memiliki pengalaman menjadi Pramugara/Pramugari - Berusia 18-28 tahun - Minimal lulusan SMA/SMK seluruh jurusan - Tidak makai behel dan tidak berjerawat - Tidak buta warna total/parsial - Sudah vaksin covid-19 minimal dosis 3. Reporter Yunita Amalia Sumber perhubungan berikan penghargaan kepada 2 pramugari penggendong nenek Emiten maskapai BUMN, PT Garuda Indonesia Tbk GIIA, membuka opsi pramugari diperbolehkan menggunakan jilbab. Saat ini, perusahaan terus melakukan diskusi intensif bersama stakeholder terkait mengenai tatalaksana kesiapan penggunaan jilbab bagi seragam Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mengedepankan prinsip inklusivitas pada seluruh profesi karyawannya, termasuk awak pesawat, Garuda Indonesia pada prinsipnya tidak melarang penggunaan jilbab bagi tersebut yang saat ini terus dikedepankan dengan membuka opsi dan ruang diskusi penggunaan jilbab bagi pramugari Garuda Indonesia. "Kami memiliki nilai dan visi yang sama atas masukan dari berbagai pihak terkait atribut seragam awak pesawat, khususnya mengenai penggunaan jilbab bagi pramugari," kata Irfan, dalam siaran pers, dikutip Senin 6/2. Irfan melanjutkan, kebijakan ini perlu disikapi secara cermat dan bijak, khususnya terkait kesiapan penggunaan jilbab pada seragam pramugari yang tidak hanya ditinjau dari kepentingan aspek pelayanan service dan keamanan safety.Namun, perusahaan juga tetap memastikan terjaganya kepentingan pramugari sebagai individu yang memilih opsi penggunaan jilbab dalam kesiapannya sebagai garda terdepan pelayanan penerbangan Garuda Indonesia yang bergerak di segmen penerbangan full service."Hal ini yang kami yakini perlu dilandasi kajian yang prudent dan komprehensif atas penyesuaian kebijakan atribut seragam awak pesawat baik dari aspek operasional maupun aspek penunjang lainnya atas kepentingan profesi awak pesawat."Saat ini, melalui sejumlah layanan rute penerbangan, Garuda Indonesia juga telah menerapkan penyesuaian atribut seragam awak pesawat mengacu pada regulasi destinasi tujuan maupun terkait kepentingan layanan penerbangan haji di mana pramugari menggunakan seragam abaya yang disertai Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade meminta Garuda Indonesia mengevaluasi kembali aturan larangan berhijab bagi awak kabin Garuda mengingat Indonesia adalah negara dengan mayoritas agama Islam.“Saya mengusulkan kepada Garuda, walaupun Gerindra bukan partai Islam, Gerindra memahami aspirasi dari mayoritas masyarakat. Indonesia adalah negara dengan mayoritas Islam,” ujar juga mengatakan, saat ini sudah banyak maskapai penerbangan lain yang membolehkan awak kabinnya menggunakan jilbab, termasuk Citilink sebagai anak perusahaan dari Garuda. “Kami lihat berbagai maskapai sudah banyak pramugari berhijab, tapi di Garuda masih ada larangan untuk pramugari untuk berhijab, padahal pramugari senior Garuda yang di kehidupan sehari-hari memakai kerudung," ucap Andre. JAKARTA - Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia merespons pernyataan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin terkait adanya informasi maskapai di Indonesia yang melarang pramugari memakai jilbab saat bertugas. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menegaskan, pihaknya melakukan diskusi intensif bersama stakeholder mengenai tatalaksana kesiapan penggunaan hijab bagi seragam pramugari. Dia menegaskan, Garuda pada prinsipnya tidak melarang penggunaan jilbab bagi pramugari. "Kami memiliki nilai dan visi yang sama atas masukan dari berbagai pihak terkait atribut seragam awak pesawat, khususnya mengenai penggunaan jilbab bagi pramugari," kata Irfan melalui siaran pers, Sabtu 4/2/2023. Berdasarkan penelusuran Republika, pramugari dan mantan pramugari maskapai pelat merah tersebut mengakui masih ada praktik pelarangan jilbab. BacaSuara Hati Pramugari yang Dilarang Berjilbab. Praktik pelarangan jilbab bukan hanya terjadi di Garuda Indonesia. Okta, bukan nama sebenarnya, merupakan salah satu pramugari yang bekerja di maskapai penerbangan swasta internasional di Tanah Air. Okta mengaku tidak bisa mengenakan jilbab saat bekerja di udara. Padahal, saat tidak bertugas di pesawat, Okta mengenakan jilbab. "Ya, kayak berlawanan sama hati nurani. Cuma, di lain pihak, kita masih membutuhkan pekerjaan," ujar Okta saat diwawancarai Republika via sambungan telepon, beberapa waktu lalu. Okta menjelaskan, tidak ada aturan tertulis dari maskapai yang melarang pramugari untuk berjilbab. Namun, mereka mendapatkan informasi dari perusahaan ketika wawancara rekrutmen awal bahwa jilbab belum boleh dikenakan selama bertugas. Padahal, Okta mengungkapkan, cukup banyak pramugari yang berjilbab saat sedang tidak bertugas. "Kebijakan head office belum memperbolehkan kita pakai hijab biar terkesan enggak rasis," ujar Okta. Okta berharap pihak perusahaan memenuhi hak semua pegawainya untuk berjilbab, termasuk pramugari. Dia pun mempersilakan maskapai melakukan review mengenai keamanan jilbab ketika dalam keadaan darurat. "Kalau ada cek dan ricek kalau itu aman, kenapa enggak kita pakai hijab?" ujar dia. Pramugari lainnya yang bekerja di maskapai swasta yang sama, Keni, bukan nama sebenarnya, juga mengaku tak bisa mengenakan jilbab selama bekerja meski sehari-hari dia sudah berhijab. Menurut dia, banyak pramugari lain yang mengalami kasus serupa. Mereka terpaksa harus melepas jilbab saat dalam penerbangan. "Banyak banget sih, Mbak. Jujur, ya," ujar dia. Wakil Presiden Ma'ruf Amin menanggapi informasi tentang masih adanya maskapai penerbangan di Indonesia yang melarang pramugari memakai jilbab saat bertugas. Kiai Ma'ruf mengatakan, jika benar ada, maka larangan penggunaan jilbab tidak relevan karena setiap orang berhak menjalankan ritual ibadahnya saat ini termasuk jilbab. "Mengenai masalah jilbab saya kira perlu dicek ya apa betul, sebab sampai sekarang ini nggak ada larangan berjilbab dimana pun, itu nggak ada," ujar Kiai Ma'ruf dalam keterangan persnya di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Sabtu 4/2/2023. Ma'ruf melanjutkan, penggunaan jilbab saat ini sudah dibebaskan di seluruh instansi. Bahkan, di institusi TNI/Polri yang dahulunya tidak pun, kini telah dibolehkan. Karenanya, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia MUI ini menilai aneh jika masih ada institusi yang melarang penggunaan jilbab. "Bukan lagi, di polisi, di tentara juga sudah semua orang berjilbab, di perguruan tinggi, di mana mana boleh. Jadi kalau ada larangan berjilbab agak aneh barangkali," ujarnya. Jadi kalau ada larangan berjilbab agak aneh barangkali. KH MA'RUF AMIN Wakil Presiden Untuk itu, Ma'ruf mendorong jika larangan itu ada di beberapa maskapai perlu untuk diteliti lagi. "Saya kira kita cek lagi, perlu diteliti itu," ujarnya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Komnas HAM bersuara mengenai kabar pelarangan menggunakan jilbab bagi pramugari di Indonesia. Komnas HAM menyayangkan tindakan tersebut karena bertentangan dengan prinsip HAM. Komisioner Komnas HAM Anis Hidayah menyatakan setiap manusia berhak menggunakan pakaian sesuai keinginannya, termasuk mengenakan jilbab. Apalagi kebebasan beragama sekaligus menjalankan syariatnya melalui pemakaian jilbab merupakan amanah konstitusi. "Berpakaian setiap orang kan bagian dari HAM, hak untuk berekspresi, jadi mau menggunakan jilbab itu adalah hak, mau tidak menggunakan jilbab itu adalah hak," kata Anis kepada Republika, Jumat 3/2. Anis mengingatkan perusahaan swasta maupun pemerintah untuk menjalankan konstitusi. Salah satunya dengan mengizinkan Muslimah mengenakan jilbab meski berprofesi sebagai pramugari. "Jadi semestinya semua institusi baik swasta, negara, dan yang lain itu memberikan kebebasan bagi perempuan untuk memilih pakaian apa yang akan digunakan sesuai norma-norma kepantasan yang ada," ujar Anis. Semua institusi baik swasta, negara, dan yang lain itu memberikan kebebasan bagi perempuan untuk memilih pakaian sesuai norma kepantasan yang ada. ANIS HIDAYAH Anggota Komnas HAM Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, menyoroti beberapa maskapai yang melarang hijab pada pramugarinya. Menurut dia, dari perspektif ketenagakerjaan, pelarangan itu merupakan pelanggaran dan diskriminasi perlakuan terhadap golongan tertentu. “Itu dapat diberikan sanksi administratif,” kata Anwar ketika dikonfirmasi, Jumat 3/2. Dia menjelaskan, keputusan untuk mengenakan hijab merupakaan hak asasi setiap orang. Dengan demikian, dirinya meminta agar perusahan tidak sewenang-wenang merampas hak pekerja. "Sehingga pihak lain pengusaha tidak boleh melarang atau memaksa berhijab,” katanya. Anwar berharap, pelanggaran terhadap hak asasi manusia di dunia kerja bisa dihindarkan demi mewujudkan decent work. Menurutnya, hal yg perlu dilakukan demi mengurangi kejadian serupa adalah memberikan edukasi pada pekerja dan pengusaha.

bolehkah pramugari garuda indonesia berjilbab