Proses transformasi sastra sedang menjadi trend, terutama dari novel menjadi film. Proses transformasi relatif jarang terjadi pada puisi menjadi karya sastra lain, apalagi dilakukan oleh penulis yang sama seperti puisi menjadi novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Dengan pendekatan teori transformasi dan metode perbandingan Analisis : Hujan Bulan Juni, kumpulan puisi dari Sapardi Djoko Damono. Di dalamnya termuat 96 puisi yang telah diseleksi dari ratusan puisinya selama periode 1964 hingga 1994. Beberapa puisi di dalamnya telah dibukukan dalam buku kumpulan puisi Mata Pisau, Akuarium, Perahu Kertas, maupun Sihir Hujan. Kata kunci: Konflik batin, Novel Hujan Bulan Juni, Tokoh utama, Psikologi sastra. MAIN CHARACTER CONFLICT IN NOVEL HUJAN BULAN JUNI BY SAPARDI DJOKO DAMONO: LITERATURE PSYCHOLOGY STUDY Fahriza Zuraida Nurmeita, Sumiyadi, Nenden Lilis Aisyah Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia – S1 Fakultas Bahasa dan Sastra, Ada enam cerpen dalam Hujan Kepagian. Sapardi Djoko Damono, menjuduli novelnya yang diterbitkan Gramedia, 2015: Hujan Bulan Juni. Sebelumnya, Sapardi Djoko Damono sudah menggunakan Hujan Bulan Juni, untuk kumpulan puisinya yang diterbitkan Grasindo 1994. Kumpulan puisi ini memuat 102 puisi karya Sapardi yang ditulis tahun 1964 hingga 1994. Novel ini juga menceritakan kisah dan perjuangan hidup Lail, yang harus menjadi yatim piatu diusia 13 tahun. Lail dan Esok bertemu setelah letusan gunung berapi pada tahun 2042. Akibat dari letusan gunung berapi ini menghancurkan sebagian besar bumi dan hanya meninggalkan 10% manusia di bumi, serta merusak iklim dan cuaca bumi. Untuk mengenangnya, yuk, baca 5 buku puisi Sapardi terbaik untuk menemani harimu! 1. Hujan Bulan Juni. “Hujan Bulan Juni” sudah pasti merupakan salah satu karya terbaik Sapardi Djoko Damono. “Hujan Bulan Juni” adalah salah satu novel trilogi ciptaannya yang paling banyak dicari. Novel ini menceritakan tentang manis-pahitnya kisah .

sinopsis novel hujan bulan juni